Monday, April 29, 2013

SIAPA ILANA TAN?



Sejak bisa membaca, saya hobby membaca. Bahkan kelas tiga SD sudah membaca novel dewasa. (Bukan novel stensilan lho). Ibu dan bulik langganan majalah wanita seperti Kartini, Femina dan Sarinah. Kadang ada bonus novellet di majalah-majalah tersebut. Itulah yang saya baca sejak kecil selain majalah Bobo dan majalah lokal seperti Gatotkaca, Kuncung Bawuk dan lain-lain.
Penulis novel pertama yang saya tahu adalah bunda Pipiet Senja. “Biangalala Diatas Pelana” adalah salah satu karya beliau. Kisah tentang sebuah cinta agung, suci dan begitulah Bunda Pipiet menggambarkannya. Tak ada kevulgaran dan keseronokan. Cinta digambarkan sebagai keindahan semata. Beruntung saya membaca novel beliau, bayangkan jika pertama kali baca novel yang saya baca karya Abdullah Harahap atau Eddy D Iskandar..pasti akan diomeli panjang lebar oleh orangtua. Dan pasti dilarang membaca novel lagi.
Beranjak remaja, pada masanya ada penulis muda yang saya suka. Zarra Zetira ZR. Gadis (sekarang sudah emak-emak tentu) dengan lesung pipi dan sempat mengeluarkan album nyanyi keroyokan dengan Hilman H (Lupus)cerita-ceritanya ringan, mudah diikuti dan menarik. Seolah itu memang kehidupan kita sehari-hari. Usut punya usut penulis scenario “Catatan Si Boy” ini ternyata pemalu dan type wanita rumahan. Saya lupa berapa karyanya yang sudah say abaca, ingat saya hanya “Mimi Elektrik”.
Terus ada tulisan dia dengan Hilman H, judulnya lupa (saking banyaknya baca novel dan nggak ngeh dengan judul2nya. Kalau tak salah lagi trend saat itu.. Rastamania.(pliss..jangan kecewa kalau lupa..). dulu langganana majalah Anita Cemerlang jadi hapal dengan penulis-penulis remaja saat itu.
Sementara novel-novel dewasa tetap saya baca juga. Seperti novelnya Mira W, Marga T, Sherlock Holmes, Sidney Shieldon dan Karl Max. Tentu tanpa sepengetahuan orangtua. Lagian kamar tidur saya dilantai atas, jarang bapak ibu naik untuk ngontrol kamar saya. Aman deh! Lagipula kalaupun ketahuan saya kan sudah lebih besar.
Masa-masa kuliah, masih baca komik Doraemon juga. Hehehe..kalau punya hobby baca apa saja dibaca, nggak ada umur menghalangi kita untuk baca atau tidak suatu buku, cerita, atau novel. Tahu penulis muda berbakat lain, Katharina Panji. Gadis ini khas bangets tulisannya, ceritanya apa adanya. Menjungkirbalikan asumsi public. Seperti sinetron-sinetro tivi, cerita-cerita remaja juga sperti itu. Terlalu didramatisir, yang sempurna sempurna banget. Yang jahat jahat sekali. Dan Katharina Panji berhasil menuangkan ide bahwa yang jelekpun bisa berhasil. Bahwa yang memiliki kekurangan juga bisa mendapatkan keingiannnya.
Ketiga penulis wanita diatas, semua terkenal pada masanya. Semua punya penggemar tersendiri. Sekarang banyak sekali penulis muda bermunculan. Tak hanya dari kalangan wanita, kaum priapun piawai membuat novel. Lihat saja Andrea Hirata, Muhammad Subhan, Habiburrahman El Shirazy, Iwan Setiawan dan masih banyak. (Nggak mungkin hapal satu persatu). Mungkin sekarang jaman novelis pria berjaya.
Ada sebuah nama menggelitik hati.
Ilana Tan.
Siapa dia? Penulis novel Summer in Seoul, Autumn in Paris dan apalagi ya (lagi-lagi lupa judulnya)..sangat misterius. Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Ditengah arus informasi selancar air bah. Dia sangat low profile. Tidak ingin terkenal, tetapi karya luar biasanya membuatnya terkenal. Dengan nama pena Ilana Tan. Tentu terkenal bagi penggemar novel, terutama mereka yang sudah kecanduan tulisan-tulisannya.
Pada satu novelnya Autumn in Paris hanya menyebutkan dia penulis  Summern in Paris, menyukai film, tinggal di Jakarta dan bekerja dibidang yang disukainya.
Betapa membuminya penulis ini. Dia tidak ingin dikenal orang sebagai seseorang/sosok/tokoh, dia ingin dikenal karena tulisan-tulisannya. That’s enough.
Buat kalian yang ngefans pada sosok Ilana Tan, jangan kecewa karena tak mendapatkan info apapun ditulisan saya. Karena sayapun gagal mengetahui jati diri Ilana Tan. Tanya sama paman google tak ada jawaban yang pasti, paling=paling ketemu link semacam yang saya tulis begini. Jangan keqi lho ya…
Tetapi mari kita tebak siapa Ilana Tan dari karya-karyanya.
Sebuah novel, duapuluh persen berisi pengalaman hidup atau pengalam pribadi penulisnya. Liana Tan sering menonjolkan karakter utamanya sebagai seorang peranakan. Tak jelas blasteran dari mana? Kemungkinan besar Ilana Tan juga anak blasteran atau indo atau peranakan Indonesia dengan Negara mana gitu.
Dia penggemar traveling atau memang sering pindah-pindah tempat. Mungkin karena pekerjaan oarngtuanya atau pasangan hidupnya. Ikut suami atau istrinya begitu maksudnya. (Kita nggak tahu juga apa jenis kelamin Ilana Tan, meski namanya cenderung nama perempuan. Bukan tidak mungkin dia seorang pria bukan?).
Menurut fans Ilana Tan sebenarnya laki-laki atau perempuan? Kalau kata saya sich perempuan (sok yakin dikit), karena kalau menggambarkan karakternya halus, rapi dan terjaga emoionalnya. (Novelis pria juga bisa kali, Nok! Ini kan pendapat saya).
Dia hobby menulis juga, jelas kan dari hasil karya tulisnya. Hehehe..Dan dia juga menyukai film. Dalam pandangan saya seorang penulis pasti menyukai dunia film juga. Sebab penulis sudah membuat film sendiri ketika menuliskan cerita-ceritanya. Merangkai jalinan peristiwa yang ditulisnya dalam pikirannya. Penulis itu komplit deskripsi pekerjaannya. Sutradara, penulis scenario, pemain, dan penonton dari karyanya sendiri.
Balik ke Ilana Tan. Sekali lagi mohon maaf jika fans Ilana Tan ingin tahu apa siapa Ilana Tan dan  menemukan link ini tetapi tidak mendapat informasi apapun tentang jati diri penulis.
Saya yakin Ilana Tan, akan tertawa jika membaca tulisan penasaran ini. Dia pasti punya akun fesbuk, twitter atau akun apapun didunia ini. Tetapi..boleh jadi dia memakai nama aslinya dan who’s know? Atau justru memakai nama samaran yang lain. Ini berharap juga setelah baca tulisan ini, dia  berkenan kenalan dengan saya (Hahaha..ngarep bangets).
Satu-satunya yang tahu siapa dia sebenarnya adalah editornya atau penerbitnya. Tetapi pasti editor dan penerbit akan pasang badan agar identitas asli Ilana Tan tak bocor ke media. So, harapan satu-satunya dia =Ilana Tan- akan muncul ke public, dihadapan penggemarnya ketika novel tetraloginya difilmkan.
Tulisan ini dibuat, sungguh karena penasaran dengan sosok misterius Ilana Tan. Juga salut atas kesederhanaan anda. Disaat banyak orang  ingin terkenal dengan segala cara dilakukan untuk mencari popularitas (termasuk yang mengunggah foto-foto narsis bahkan ada yang rela tampil dimajalah Playboy hanya karena ingin tenar. Amitamit dech. Atau mengunggah aktivitas, kemampuan, dan segala hal di dunia maya dengan harapan bisa terkenal. Bisa sich terkenal, terkenal sebagai selebritis You Tube) Sementara Ilana Tan memilih diam dalam lingkaran kebesaran karya-karyanya.
Bagaimana Ilana Tan? Tara Dupont? Alex Hirano? Hahaha..siapa sich sebenarnya Anda?



Kaki gunung, Bogor pinggiran
Akhir april


Thursday, April 11, 2013

TABUNGAN KESEHATAN DI MASA TUA

Jangan mentang-mentang masih muda, bisa melakukan segala hal dengan bebas sebebas-bebasnya. sering terlontar idiom "mumpung masih muda, uas-puasin diri".
Mulai sekarang, hapus pomeo itu dari hidup anda, hai anak muda atau yang masih berjiwa muda. sadarkah Anda, apa yang Anda lakukan di masa muda adalah tabungan Anda di masa tua. Ini membahas masalah kesehatan :


1.    Istirahat tidak teratur, kurang tidur, tenaga diforsir hingga tumbang.
Kemungkinan penyakit yang muncul: penyakit jantung, depresi, stroke, dan hati (liver)

2.    Narkoba/alkohol
Penyakit hati( liver), hepatitis, ginjal, syaraf, depresi, kanker.

3.    Rokok
Kanker paru-paru, pernafasan, organ reproduksi

4.    Sex Bebas
Penyakit menular sexual, organ reproduksi, HIV/AIDS, disoerientasi sex

5.    Junk food : makanan yang dimasak cepat, mengandung pengawet buatan, memakai cita rasa sintetik, mengandalkan rasa lezat semata, makanan dengan asupan gizi rendah.
Penyakit hati (liver), ginjal, stroke, kanker, saluran pencernaan, hepatitis

6.    Pola makan: tidak teratur, mengejar delicious taste, tidak melihat kondisi makanan, tidak sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh. Tinggi lemak, rendah protein
Maag (saluran pencernaan). diabetes, obesitas, kurang gizi, jantung, stroke

7.    Malas olahraga
Penyakit jantung, pernafasan, obesitas, osteoporosis

Jaga diri anda sejak dini, waktu anda masih muda. Kesehatan adalah harta paling berharga.

Sharing dari berbagai sumber, mereka yang menderita penyakit tertentu. setelah di telusur bagaimana masa lalunya(muda) ketahuan itulah akibat dari apa yang mereka lakukan di masa muda.

keep healthy



Monday, April 8, 2013

LIMBAH DAPUR


 Kita bisa memanfaatkan limbah menjadi bahan bermanfaat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Dari dapur hal yang sederhana bisa kita lakukan. Yaitu memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik. Tak sulit mengerjakannya. Bahkan sambil masakpun jadi. Berikut beberapa limbah dapur yang bsa kita daur ulang menjadi pupuk organik.
1.      Air bekas cucian beras
Tampung air cucian beras tanpa menambah apapun, air bekas cucian ini bisa langsung kita siramkan pada tanaman. Tanpa perlu dosis, tapi jangan sampai menggenang ya media tanamannya. Tanaman bisa kedinginan eh..layu over dosis air. Karena secara unsur, air bekas cucian beras tak mengandung zat-zat berbahaya bagi tanaman. Justru ada sisa vitamin, mineral, protein  yang tercuci dan larut dalam air.
2.      Ampas teh dan kopi
Jika kita menyeduh teh tubruk/bubuk pasti ada sisa (ampas ) di teko. Ampas ini bisa kita jadikan pupuk organik. Anda bisa mengumpulkannya dalam satu tempat untuk diinkubasi agar terurai atau bisa langsung diletakkan di media tanam. Campurkan langsung pada media yang sudah ada tanamannya. Lebih hemat waktu.ampas-ampas teh tersebut akan membusuk dengan sendirinya dan tidak membuat tanaman mati. Demikian juga dengan ampas kopi, anda tinggal menaburkan ampas kopi tersebut dipot-pot tanaman anda.
3.      Air bekas cucian sayuran
Bukannya kita mau jorok-jorok dengan memakai bekas air cucian. Tapi lihatlah kandungan zat-zat yang larut dalam air bekas cucian tersbut. Bukankah di setiap sayuran ada kandungan mineral, vitamin, protein dan lain-lain. Bisa dipastikan pasti ada zat yang ikut tercuci. Kita manfaatkan saja zat-zat yang tercuci tersebut menjadi pupuk organik cair. Kita tinggal menampungnya dan langsung bisa kita siramkan pada tanaman. Kapan saja tanpa dosis, juga bisa untuk tanaman apa saja. Mudah bukan. Kita bisa menghemat air bersih, tak membuang banyak limbah, dan tanaman kita bisa subur.


4.      Kulit telur
Kalo yang ini butuh kesabaran. Karena cangkang telur banyak mengandung zat kapur dan calsium, agak keras dan lama untuk membusuk sendiri. Kita harus menumbuk kulit telur itu sampai menjadi butiran-buturan kecil seukuran dengan pasir atau media tanaman yang digunakan.
5.      Berbagai macam kulit buah
Tentu buah-buah yang kulitnya tidak bisa kita makan. Seperti kulit pisang, kulit mangga, kulit jeruk, kulit manggis de el el. ( Dewasa ini berbagai macam kulit tersebut masih bisa diolah untuk bahan makanan, minuman, obat, juga kosmetik). Tetapi untuk skala rumahtangga, cukulah kulit-kulit yang ada itu untuk kita jadikan pupuk organik. Kumpulkan kulit-kulit tersebut lalu kita olah menjadi kompos. Perlu waktu memang, tapi ambil manfaatnya. Smapah menjadi berkurang dan kita tak perlu membeli pupuk. Bahkan kalo kita kelebihan stok pupuk kompos ini bisa dijual. Dikemas kecil-kecil, lumyan juga bisa menambah asap dapur mengepul lebih tinggi kereta api dunk).
6.      Batang-batang sayuran
Sama seperti kulit-kulit tak terpakai, batang kangkung, bayam, brokoli, kembang kol bisa kita jadikan kompos juga. Jika anda tak mau repot pembuatan komposnya bisa disatukan dengan kulit-kulit buah tersebut. Sekalian super irit.
7.      Ampas kelapa parut
Anda ambil santannya, ampasnya benamkan di media tanaman. Karena proses pembusukannya  lambat, anda hanya memerlukan sedikit ampas saja untuk satu pot tanaman. Agar tanaman tak layu dehidrasi.. Karena proses penguraian zat-zat organik itu menimbulkan suhu lingkungan media tanam menjadi panas. Tanaman akan layu jika suhu tanah terlalu panas.

Sementara ini dulu ya. Semua hal diatas sudah saya uji coba. Sejauh ini saya jarang memakai pupuk kimia. Dan tanaman saya Alhamdulillah subur juga. Ide diatas masih sebatas skup rumh tangga saja. Jika ada yang mau menjadikannya home industry bagus sekali. Sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Ah ya meski yang dibahas limbah dapur dan pupuk organik, saya sangat tidak menyarankan untuk memanfaatkan sayur basi anda untuk pupuk tanaman. Kenapa? Bukan subur tanaman kita tapi kita mengundang ‘masalah’. Sayuran basi itu bakal didatangi semut, tikus, burung bisa jadi kucing atau anjing ikut-ikut mengacak pupuk organik anda. Karena ada sekerat daging atau seiris daging ikan. Sudah tanamannya ga subur, kotor pula rumah anda, juga bau dari sayur basi.
 Ok ibu-ibu, pembaca atau siapa saja selamat mencoba. Jika anda punya ide atau pengalaman lain, share saja yaa..

Bogor  pinggir, 15022012