Monday, April 8, 2013

LIMBAH DAPUR


 Kita bisa memanfaatkan limbah menjadi bahan bermanfaat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Dari dapur hal yang sederhana bisa kita lakukan. Yaitu memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik. Tak sulit mengerjakannya. Bahkan sambil masakpun jadi. Berikut beberapa limbah dapur yang bsa kita daur ulang menjadi pupuk organik.
1.      Air bekas cucian beras
Tampung air cucian beras tanpa menambah apapun, air bekas cucian ini bisa langsung kita siramkan pada tanaman. Tanpa perlu dosis, tapi jangan sampai menggenang ya media tanamannya. Tanaman bisa kedinginan eh..layu over dosis air. Karena secara unsur, air bekas cucian beras tak mengandung zat-zat berbahaya bagi tanaman. Justru ada sisa vitamin, mineral, protein  yang tercuci dan larut dalam air.
2.      Ampas teh dan kopi
Jika kita menyeduh teh tubruk/bubuk pasti ada sisa (ampas ) di teko. Ampas ini bisa kita jadikan pupuk organik. Anda bisa mengumpulkannya dalam satu tempat untuk diinkubasi agar terurai atau bisa langsung diletakkan di media tanam. Campurkan langsung pada media yang sudah ada tanamannya. Lebih hemat waktu.ampas-ampas teh tersebut akan membusuk dengan sendirinya dan tidak membuat tanaman mati. Demikian juga dengan ampas kopi, anda tinggal menaburkan ampas kopi tersebut dipot-pot tanaman anda.
3.      Air bekas cucian sayuran
Bukannya kita mau jorok-jorok dengan memakai bekas air cucian. Tapi lihatlah kandungan zat-zat yang larut dalam air bekas cucian tersbut. Bukankah di setiap sayuran ada kandungan mineral, vitamin, protein dan lain-lain. Bisa dipastikan pasti ada zat yang ikut tercuci. Kita manfaatkan saja zat-zat yang tercuci tersebut menjadi pupuk organik cair. Kita tinggal menampungnya dan langsung bisa kita siramkan pada tanaman. Kapan saja tanpa dosis, juga bisa untuk tanaman apa saja. Mudah bukan. Kita bisa menghemat air bersih, tak membuang banyak limbah, dan tanaman kita bisa subur.


4.      Kulit telur
Kalo yang ini butuh kesabaran. Karena cangkang telur banyak mengandung zat kapur dan calsium, agak keras dan lama untuk membusuk sendiri. Kita harus menumbuk kulit telur itu sampai menjadi butiran-buturan kecil seukuran dengan pasir atau media tanaman yang digunakan.
5.      Berbagai macam kulit buah
Tentu buah-buah yang kulitnya tidak bisa kita makan. Seperti kulit pisang, kulit mangga, kulit jeruk, kulit manggis de el el. ( Dewasa ini berbagai macam kulit tersebut masih bisa diolah untuk bahan makanan, minuman, obat, juga kosmetik). Tetapi untuk skala rumahtangga, cukulah kulit-kulit yang ada itu untuk kita jadikan pupuk organik. Kumpulkan kulit-kulit tersebut lalu kita olah menjadi kompos. Perlu waktu memang, tapi ambil manfaatnya. Smapah menjadi berkurang dan kita tak perlu membeli pupuk. Bahkan kalo kita kelebihan stok pupuk kompos ini bisa dijual. Dikemas kecil-kecil, lumyan juga bisa menambah asap dapur mengepul lebih tinggi kereta api dunk).
6.      Batang-batang sayuran
Sama seperti kulit-kulit tak terpakai, batang kangkung, bayam, brokoli, kembang kol bisa kita jadikan kompos juga. Jika anda tak mau repot pembuatan komposnya bisa disatukan dengan kulit-kulit buah tersebut. Sekalian super irit.
7.      Ampas kelapa parut
Anda ambil santannya, ampasnya benamkan di media tanaman. Karena proses pembusukannya  lambat, anda hanya memerlukan sedikit ampas saja untuk satu pot tanaman. Agar tanaman tak layu dehidrasi.. Karena proses penguraian zat-zat organik itu menimbulkan suhu lingkungan media tanam menjadi panas. Tanaman akan layu jika suhu tanah terlalu panas.

Sementara ini dulu ya. Semua hal diatas sudah saya uji coba. Sejauh ini saya jarang memakai pupuk kimia. Dan tanaman saya Alhamdulillah subur juga. Ide diatas masih sebatas skup rumh tangga saja. Jika ada yang mau menjadikannya home industry bagus sekali. Sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Ah ya meski yang dibahas limbah dapur dan pupuk organik, saya sangat tidak menyarankan untuk memanfaatkan sayur basi anda untuk pupuk tanaman. Kenapa? Bukan subur tanaman kita tapi kita mengundang ‘masalah’. Sayuran basi itu bakal didatangi semut, tikus, burung bisa jadi kucing atau anjing ikut-ikut mengacak pupuk organik anda. Karena ada sekerat daging atau seiris daging ikan. Sudah tanamannya ga subur, kotor pula rumah anda, juga bau dari sayur basi.
 Ok ibu-ibu, pembaca atau siapa saja selamat mencoba. Jika anda punya ide atau pengalaman lain, share saja yaa..

Bogor  pinggir, 15022012

No comments:

Post a Comment