Kita
bisa memanfaatkan limbah menjadi bahan bermanfaat sekaligus mengurangi
pencemaran lingkungan. Dari dapur hal yang sederhana bisa kita lakukan. Yaitu
memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik. Tak sulit mengerjakannya.
Bahkan sambil masakpun jadi. Berikut beberapa limbah dapur yang bsa kita daur
ulang menjadi pupuk organik.
1. Air
bekas cucian beras
Tampung
air cucian beras tanpa menambah apapun, air bekas cucian ini bisa langsung kita
siramkan pada tanaman. Tanpa perlu dosis, tapi jangan sampai menggenang ya
media tanamannya. Tanaman bisa kedinginan eh..layu over dosis air. Karena
secara unsur, air bekas cucian beras tak mengandung zat-zat berbahaya bagi
tanaman. Justru ada sisa vitamin, mineral, protein yang tercuci dan larut dalam air.
2. Ampas
teh dan kopi
Jika
kita menyeduh teh tubruk/bubuk pasti ada sisa (ampas ) di teko. Ampas ini bisa
kita jadikan pupuk organik. Anda bisa mengumpulkannya dalam satu tempat untuk
diinkubasi agar terurai atau bisa langsung diletakkan di media tanam. Campurkan
langsung pada media yang sudah ada tanamannya. Lebih hemat waktu.ampas-ampas
teh tersebut akan membusuk dengan sendirinya dan tidak membuat tanaman mati.
Demikian juga dengan ampas kopi, anda tinggal menaburkan ampas kopi tersebut
dipot-pot tanaman anda.
3. Air
bekas cucian sayuran
Bukannya
kita mau jorok-jorok dengan memakai bekas air cucian. Tapi lihatlah kandungan
zat-zat yang larut dalam air bekas cucian tersbut. Bukankah di setiap sayuran
ada kandungan mineral, vitamin, protein dan lain-lain. Bisa dipastikan pasti
ada zat yang ikut tercuci. Kita manfaatkan saja zat-zat yang tercuci tersebut
menjadi pupuk organik cair. Kita tinggal menampungnya dan langsung bisa kita
siramkan pada tanaman. Kapan saja tanpa dosis, juga bisa untuk tanaman apa saja.
Mudah bukan. Kita bisa menghemat air bersih, tak membuang banyak limbah, dan
tanaman kita bisa subur.
4. Kulit
telur
Kalo
yang ini butuh kesabaran. Karena cangkang telur banyak mengandung zat kapur dan
calsium, agak keras dan lama untuk membusuk sendiri. Kita harus menumbuk kulit
telur itu sampai menjadi butiran-buturan kecil seukuran dengan pasir atau media
tanaman yang digunakan.
5. Berbagai
macam kulit buah
Tentu
buah-buah yang kulitnya tidak bisa kita makan. Seperti kulit pisang, kulit
mangga, kulit jeruk, kulit manggis de el el. ( Dewasa ini berbagai macam kulit
tersebut masih bisa diolah untuk bahan makanan, minuman, obat, juga kosmetik).
Tetapi untuk skala rumahtangga, cukulah kulit-kulit yang ada itu untuk kita
jadikan pupuk organik. Kumpulkan kulit-kulit tersebut lalu kita olah menjadi
kompos. Perlu waktu memang, tapi ambil manfaatnya. Smapah menjadi berkurang dan
kita tak perlu membeli pupuk. Bahkan kalo kita kelebihan stok pupuk kompos ini
bisa dijual. Dikemas kecil-kecil, lumyan juga bisa menambah asap dapur mengepul
lebih tinggi kereta api dunk).
6. Batang-batang
sayuran
Sama
seperti kulit-kulit tak terpakai, batang kangkung, bayam, brokoli, kembang kol
bisa kita jadikan kompos juga. Jika anda tak mau repot pembuatan komposnya bisa
disatukan dengan kulit-kulit buah tersebut. Sekalian super irit.
7.
Ampas kelapa parut
Anda
ambil santannya, ampasnya benamkan di media tanaman. Karena proses
pembusukannya lambat, anda hanya
memerlukan sedikit ampas saja untuk satu pot tanaman. Agar tanaman tak layu dehidrasi..
Karena proses penguraian zat-zat organik itu menimbulkan suhu lingkungan media
tanam menjadi panas. Tanaman akan layu jika suhu tanah terlalu panas.
Sementara
ini dulu ya. Semua hal diatas sudah saya uji coba. Sejauh ini saya jarang
memakai pupuk kimia. Dan tanaman saya Alhamdulillah subur juga. Ide diatas
masih sebatas skup rumh tangga saja. Jika ada yang mau menjadikannya home
industry bagus sekali. Sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Ah
ya meski yang dibahas limbah dapur dan pupuk organik, saya sangat tidak
menyarankan untuk memanfaatkan sayur basi anda untuk pupuk tanaman. Kenapa?
Bukan subur tanaman kita tapi kita mengundang ‘masalah’. Sayuran basi itu bakal
didatangi semut, tikus, burung bisa jadi kucing atau anjing ikut-ikut mengacak
pupuk organik anda. Karena ada sekerat daging atau seiris daging ikan. Sudah
tanamannya ga subur, kotor pula rumah anda, juga bau dari sayur basi.
Ok ibu-ibu, pembaca atau siapa saja selamat
mencoba. Jika anda punya ide atau pengalaman lain, share saja yaa..
Bogor pinggir, 15022012
No comments:
Post a Comment