Sejak bisa membaca, saya hobby membaca. Bahkan kelas
tiga SD sudah membaca novel dewasa. (Bukan novel stensilan lho). Ibu dan bulik
langganan majalah wanita seperti Kartini, Femina dan Sarinah. Kadang ada bonus
novellet di majalah-majalah tersebut. Itulah yang saya baca sejak kecil selain
majalah Bobo dan majalah lokal seperti Gatotkaca, Kuncung Bawuk dan lain-lain.
Penulis novel pertama yang saya tahu adalah bunda
Pipiet Senja. “Biangalala Diatas Pelana” adalah salah satu karya beliau. Kisah
tentang sebuah cinta agung, suci dan begitulah Bunda Pipiet menggambarkannya.
Tak ada kevulgaran dan keseronokan. Cinta digambarkan sebagai keindahan semata.
Beruntung saya membaca novel beliau, bayangkan jika pertama kali baca novel
yang saya baca karya Abdullah Harahap atau Eddy D Iskandar..pasti akan diomeli
panjang lebar oleh orangtua. Dan pasti dilarang membaca novel lagi.
Beranjak remaja, pada masanya ada penulis muda yang
saya suka. Zarra Zetira ZR. Gadis (sekarang sudah emak-emak tentu) dengan lesung
pipi dan sempat mengeluarkan album nyanyi keroyokan dengan Hilman H
(Lupus)cerita-ceritanya ringan, mudah diikuti dan menarik. Seolah itu memang
kehidupan kita sehari-hari. Usut punya usut penulis scenario “Catatan Si Boy” ini
ternyata pemalu dan type wanita rumahan. Saya lupa berapa karyanya yang sudah
say abaca, ingat saya hanya “Mimi Elektrik”.
Terus ada tulisan dia dengan Hilman H, judulnya lupa
(saking banyaknya baca novel dan nggak ngeh dengan judul2nya. Kalau tak salah
lagi trend saat itu.. Rastamania.(pliss..jangan kecewa kalau lupa..). dulu
langganana majalah Anita Cemerlang jadi hapal dengan penulis-penulis remaja
saat itu.
Sementara novel-novel dewasa tetap saya baca juga.
Seperti novelnya Mira W, Marga T, Sherlock Holmes, Sidney Shieldon dan Karl
Max. Tentu tanpa sepengetahuan orangtua. Lagian kamar tidur saya dilantai atas,
jarang bapak ibu naik untuk ngontrol kamar saya. Aman deh! Lagipula kalaupun
ketahuan saya kan sudah lebih besar.
Masa-masa kuliah, masih baca komik Doraemon juga.
Hehehe..kalau punya hobby baca apa saja dibaca, nggak ada umur menghalangi kita
untuk baca atau tidak suatu buku, cerita, atau novel. Tahu penulis muda
berbakat lain, Katharina Panji. Gadis ini khas bangets tulisannya, ceritanya
apa adanya. Menjungkirbalikan asumsi public. Seperti sinetron-sinetro tivi,
cerita-cerita remaja juga sperti itu. Terlalu didramatisir, yang sempurna
sempurna banget. Yang jahat jahat sekali. Dan Katharina Panji berhasil
menuangkan ide bahwa yang jelekpun bisa berhasil. Bahwa yang memiliki
kekurangan juga bisa mendapatkan keingiannnya.
Ketiga penulis wanita diatas, semua terkenal pada
masanya. Semua punya penggemar tersendiri. Sekarang banyak sekali penulis muda
bermunculan. Tak hanya dari kalangan wanita, kaum priapun piawai membuat novel.
Lihat saja Andrea Hirata, Muhammad Subhan, Habiburrahman El Shirazy, Iwan
Setiawan dan masih banyak. (Nggak mungkin hapal satu persatu). Mungkin sekarang
jaman novelis pria berjaya.
Ada sebuah nama menggelitik hati.
Ilana Tan.
Siapa dia? Penulis novel Summer in Seoul, Autumn in Paris dan apalagi ya (lagi-lagi lupa
judulnya)..sangat misterius. Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Ditengah
arus informasi selancar air bah. Dia sangat low profile. Tidak ingin terkenal,
tetapi karya luar biasanya membuatnya terkenal. Dengan nama pena Ilana Tan. Tentu
terkenal bagi penggemar novel, terutama mereka yang sudah kecanduan
tulisan-tulisannya.
Pada satu novelnya Autumn in Paris hanya menyebutkan dia penulis Summern
in Paris, menyukai film, tinggal di Jakarta dan bekerja dibidang yang
disukainya.
Betapa membuminya penulis ini. Dia tidak ingin
dikenal orang sebagai seseorang/sosok/tokoh, dia ingin dikenal karena
tulisan-tulisannya. That’s enough.
Buat kalian yang ngefans pada sosok Ilana Tan, jangan
kecewa karena tak mendapatkan info apapun ditulisan saya. Karena sayapun gagal
mengetahui jati diri Ilana Tan. Tanya sama paman google tak ada jawaban yang
pasti, paling=paling ketemu link semacam yang saya tulis begini. Jangan keqi
lho ya…
Tetapi mari kita tebak siapa Ilana Tan dari
karya-karyanya.
Sebuah novel, duapuluh persen berisi pengalaman hidup
atau pengalam pribadi penulisnya. Liana Tan sering menonjolkan karakter
utamanya sebagai seorang peranakan. Tak jelas blasteran dari mana? Kemungkinan
besar Ilana Tan juga anak blasteran atau indo atau peranakan Indonesia dengan
Negara mana gitu.
Dia penggemar traveling atau memang sering
pindah-pindah tempat. Mungkin karena pekerjaan oarngtuanya atau pasangan
hidupnya. Ikut suami atau istrinya begitu maksudnya. (Kita nggak tahu juga apa
jenis kelamin Ilana Tan, meski namanya cenderung nama perempuan. Bukan tidak
mungkin dia seorang pria bukan?).
Menurut fans Ilana Tan sebenarnya laki-laki atau
perempuan? Kalau kata saya sich perempuan (sok yakin dikit), karena kalau
menggambarkan karakternya halus, rapi dan terjaga emoionalnya. (Novelis pria
juga bisa kali, Nok! Ini kan pendapat saya).
Dia hobby menulis juga, jelas kan dari hasil karya
tulisnya. Hehehe..Dan dia juga menyukai film. Dalam pandangan saya seorang
penulis pasti menyukai dunia film juga. Sebab penulis sudah membuat film
sendiri ketika menuliskan cerita-ceritanya. Merangkai jalinan peristiwa yang
ditulisnya dalam pikirannya. Penulis itu komplit deskripsi pekerjaannya.
Sutradara, penulis scenario, pemain, dan penonton dari karyanya sendiri.
Balik ke Ilana Tan. Sekali lagi mohon maaf jika fans
Ilana Tan ingin tahu apa siapa Ilana Tan dan
menemukan link ini tetapi tidak mendapat informasi apapun tentang jati
diri penulis.
Saya yakin Ilana Tan, akan tertawa jika membaca
tulisan penasaran ini. Dia pasti punya akun fesbuk, twitter atau akun apapun
didunia ini. Tetapi..boleh jadi dia memakai nama aslinya dan who’s know? Atau justru memakai nama
samaran yang lain. Ini berharap juga setelah baca tulisan ini, dia berkenan kenalan dengan saya (Hahaha..ngarep
bangets).
Satu-satunya yang tahu siapa dia sebenarnya adalah
editornya atau penerbitnya. Tetapi pasti editor dan penerbit akan pasang badan
agar identitas asli Ilana Tan tak bocor ke media. So, harapan satu-satunya dia
=Ilana Tan- akan muncul ke public, dihadapan penggemarnya ketika novel tetraloginya
difilmkan.
Tulisan ini dibuat, sungguh karena penasaran dengan
sosok misterius Ilana Tan. Juga salut atas kesederhanaan anda. Disaat banyak
orang ingin terkenal dengan segala cara
dilakukan untuk mencari popularitas (termasuk yang mengunggah foto-foto narsis
bahkan ada yang rela tampil dimajalah Playboy hanya karena ingin tenar. Amitamit
dech. Atau mengunggah aktivitas, kemampuan, dan segala hal di dunia maya dengan
harapan bisa terkenal. Bisa sich terkenal, terkenal sebagai selebritis You Tube)
Sementara Ilana Tan memilih diam dalam lingkaran kebesaran karya-karyanya.
Bagaimana Ilana Tan? Tara Dupont? Alex Hirano? Hahaha..siapa
sich sebenarnya Anda?
Kaki gunung, Bogor pinggiran
Akhir april
coba ke kalimantan mungkin ilana tan imigrasi ke sana, dia gak suka suasana hiruk pikuk lho ,selamat berburu
ReplyDeletememang penulis yang membumi ya, walaupun karyanya emang pantes jadi best seller, tapi fotonya atau nama aslinya pun sampe sekarang gak ada yang tau, =D
ReplyDeletePokoknya sosok ilana tan emang tersembunyi bgt! Summer ini seoul yg paling saya suka. Ehiya katanya sunshine becomes you karya ilana tan mau dibikin film ya?
ReplyDeletesayang bgt y,,, orngnaya misterius gitu , pdahal gwe ska bgt ma buku2nya
ReplyDeleteAku gak berhenti netesin air mata pas baca novel autumn in paris. Bener2 mengharukan. Pas selesai baca langsung search siapa ilana tan itu. Bener2 bgs novel2nya membuat pembaca bisa seakan2 ngrasain apa yg terjadi dlm novel itu. Kalo tebakanku sama kyk admin.ilana tuh perempuan
ReplyDeleteAku gak berhenti netesin air mata pas baca novel autumn in paris. Bener2 mengharukan. Pas selesai baca langsung search siapa ilana tan itu. Bener2 bgs novel2nya membuat pembaca bisa seakan2 ngrasain apa yg terjadi dlm novel itu. Kalo tebakanku sama kyk admin.ilana tuh perempuan
ReplyDeletenovelnya ngena di hati banget, suka bngt. gak sabar mau liat winter in tokyo. semoga menggerakan hati sama seperti novelnya
ReplyDeletenovelnya ngena di hati banget, suka bngt. gak sabar mau liat winter in tokyo. semoga menggerakan hati sama seperti novelnya
ReplyDeleteSemua novelnya Ilana Tan saya suka. Tokoh utama dlm novelx selalua ada di novel sebelumnya. HEBAT... Ilana Tan, love U <3
ReplyDeleteBeli novelnya di mana kak?
Deleteterimakasih info nya sangat bermanfaat, kunjungi http://bit.ly/2wy3TDq
ReplyDeleteMesterius bngt kak ilana..nyari ttlnya nya aja susah bgt..
ReplyDelete